Selasa, 19 November 2013

Puisi untuk pahlawan


pahlawan adalah cahaya yang menyinari indonesia menghapuskan kegelapan yang membelenggu













Semangat pahlawan

Ku lihat engkau di sana, pahlawan
Tak menyerah patah arang
Tak gentar medan kau lawan
Bersorak-sorai tanda kemenangan

Letih raga kau rasa
Jatuh tanda tak kalah
Di sini ku kan berdoa
Bangkit hadapi menyerang lawan

Tak dengar caci mereka
Berjalan, Tuhan akan berkata
Hamba bersujud berharap
Mentari senyum tanda melawan

Ku lihat engkau di sana, pahlawan
Walau tulang tak lagi menyatu
Tapi jiwa berkata beda
Semangat maju takkan luntur
Kini, mimpi telah usai
Tapi cita takkan berhenti
Perjalanan hidup panjang di sini
Semangat pahlawan kembali


Merebut bendera

kau sangat berjasa bagi negri ini…
kau rela berkorban sampai titik darah penghabisan
demi merebutkan bendera merah putih dari tangan penjajah…
pahlawan…
kini bangsa indonesia telah merdeka berkat jasa-jasamu
tetapi kini engkau telah dipanggil oleh tuhan yang kuasa…
tetapi jasa jasamu tetap teringat oleh bangsa indonesia
pahlawanku…
bagaimana aku membalas jasa-jasamu mu
mungkin hanya lah doa yang bisa kuberikan untukmu
agar kau selalu diterima disisi tuhan yang kuasa…
aminnn..

Karnaval Pahlawan



Ada yang membawa bambu runcing
Ada yang membawa senapan mesin
Ada yang hanya bawa batu
Ada yang menenteng sebakul makanan
Ada yang membawa obat-obatan
Ada yang membawakan dana
Bahu membahu mempertahankan benih merdeka
Sekarang…..
Sekedar sebentuk seremoni kah? 


DI KAKI PATUNG PAHLAWAN


Masih terlihat wajah gigih sang patriot
berdiri tegar di persimpangan penjuru negeri
tak berdaya…
melihat ibu pertiwi susah
perjuangan para pahlawan dengan amunisi
Perjuangan seluruh rakyat tak takut mati
dan pada 10 November di tahun kelabu
penjajah lari dari Indonesia ku
Di kaki patung pahlawan
Pada mereka kami mengadu


NEGERI INI


Saat sarafku dipengapkan meja 1/2 biro
Kupahat hatiku itu lagi
Pada prasasti tugu negriku
Agar para pahlawan negri ini
Tak lagi keluhkan sesal
Harus lahir di negri ini
Sudirman-sudirman reformasi
Harus berkembang di negri ini
Sukarno-sukarno reformasi
Harus bangkit di negri ini
Suharto-suharto reformasi

Agar diponegoro tak lagi keluhkan java
Agar wolter monginsidi tak tangisi celebes
Agar Patimura tak sia-siakan maluku
Agar Indonesiaku
Tak lagi tangisanku

Hai Pahlawan


Hai pahlawan!
Jasamu telah terpatri
Menyatu dalam sanubari
Meneroka dalam hati

Hai pahlawan!
Tugasmu telah tunai
Baktimu telah terijabahi
Berkat Rahmat Illahi

Hai pahlawan!
Suri tauladanmu takkan terganti
Tanda setiamu pada ibu pertiwi
Korbankan jasmani dan rohani

Hai pahlawan!
Tolong bantulah kami
Membangun jiwa-jiwa yang terbuai
Untuk menegakkan daulat negeri ini


Bambu Runcing

Mengapa engkau bawa padaku
Moncong bayonet dan sangkur terhunus
Padahal aku hanya ingin merdeka
Dan membiarkan Nyiur-nyiur derita
Musnah di tepian langit

Karena kau memaksaku
Bertahan atau mati
Dengan mengirim ratusan Bom
Yang engkau ledakkan di kepalaku
Aku terpaksa membela diri

Pesawat militermu jatuh
Di tusuk bambu runcingku
Semangat perdukaanmu runtuh
Kandas di Batu-batu cadas
Kota Surabaya yang panas

Untuk Pahlawan Negriku

Untuk negriku...
Hancur lebing tulang belulang
Berlumur darah sekujur tubuh
Bermandi keringat penyejuk hati

Ku rela demi tanah airku
Sangsaka merah berani
Putih nan suci
Melambai-lambai di tiup angin
Air mata bercucuran sambil menganjungkan do'a
Untuk pahlawan negri
Berpijak berdebu pasir
Berderai kasih hanya untuk pahlawan jagat raya
Hanya jasamu yang bisa ku lihat
Hanya jasamu yang bisa ku kenang 
Tubuhmu hancur lebur hilang entah kemana
Demi darahmu...
Demi tulangmu...
Aku perjuangkan negriku
Ini Indonesiaku 

Pahlawanku

Pahlawanku...
Bagaimana Ku bisa
Membalas Jasa-jasamu
Yang telah kau berikan untuk bumi pertiwi

Haruskah aku turun ke medan perang
Haruskah aku mandi berlumuran darah
Haruskah aku tersusuk pisau belati penjajah
Aku tak tahu cara untuk membalas Jasa-jasamu

Engkau relakan nyawamu
Demi suatu kemerdekaan yang mungkin
Tak bisa kau raih dengan tanganmu sendiri
Pahlawanku engkaulah bunga bangsa


Pemuda Untuk perubahan

Indonesiaku menangis
Bahkan Tercabik-cabik 
Dengan hebatnya pengusaanya sang korupsi
Tak peduli rakyat menangis

Kesejahteraan jadi Angan-angan
Keadilan hanyalah Khayalan
Kemerdekaan telah terjajah
Yang tinggal hanya kebodohan

Indonesiaku, Indonesia kita bersama
Jangan hanya tinggal diam kawan
Mari kita bersatu ambil peranan
Sebagai pemuda untuk perubahan 


Pengorbanan

Mengucur deras keringat
Membasahi tubuh yang terikat
Membawa angan jauh entah kemana
Bagaikan pungguk merindukan bulan
Jiwa ini terpuruk dalam kesedihan

Pagi yang menjadi malam
Bulan yang menjadi tahun
Sekian lama telah menanti
Dirinya tak jua lepas

Andai aku sang Ksatria
Aku pasti menyelamatkanya
Namun semua hanya mimpi
Dirinyalah yang harus berusaha
Untuk membawa pergi dari kegelapan abadi

Semangat Pahlawan

Ku lihat engkau di sana, pahlawan
Tak menyerah patah arang
Tak gentar medan kau lawan

Bersorak-sorai tanda kemenangan
Letih raga kau rasa
Jatuh tanda tak kalah
Di sini ku kan berdoa
Bangkit hadapi menyerang lawan
Tak dengar caci mereka
Berjalan, Tuhan akan berkata
Hamba bersujud berharap
Mentari senyum tanda melawan
Ku lihat engkau di sana, pahlawan
Walau tulang tak lagi menyatu
Tapi jiwa berkata beda
Semangat maju takkan luntur
Kini, mimpi telah usai
Tapi cita takkan berhenti
Perjalanan hidup panjang di sini
Semangat pahlawan kembali 




17 Agustus 1945


Hari Ini Aku berdiri Menghadap sang saka
Hentak beraniku Menyonsong cita ku
Suci jiwaku menggapai harapan ku

Aku Anak Bangsa Indonesia
Suara lantang Menyuarakan
Merdeka Merdeka Merdeka
Majulah Indonesiaku

17 Agustus 1945
Hari ini Hari Kemerdekaan indonesia
Hari Kebangsaan indonesia
Hari Lahirnya Bangsa Indonesia

Semangat Juang Para Pahlawan
Gugur damai di medan Perang
Harum Nama mu di kandung badan
Merdeka Merdeka Merdeka
Jaya lah Indonesia Ku


KAU MELEBUR DI SANA

kau melebur di sana
di permulaan musim gerhana
yang terselubung aroma darah
dan tanah yang berembun air mata

kau melebur di sana
kala sang surya mengelupaskan kulit kami
hingga kawanan peluhmu yang siaga
menghalau kepulan debu
yang mengepung dari negeri asing

kau melebur di sana
saat air bah berlarian
memanjati hamparan tanah usang
dengan jeritan malang
serta busung lapar

kau melebur di sana
saat air mata telah mengguruh menjadi telaga
hingga timba yang kau ayunkan
menandaskan kepingan dahaga
yang merintih di setiap gigir luka kami


INDONESIAKU

Malang nasibmu, Indonesiaku
tiga setengah abad engkau di jajah
kucuran keringat dan darah, harta sekalipun nyawa di korbankan para pejuang.

66 tahun silam engkau bebas dari penjajahan, kata mereka.
malang nasibmu, indonesiaku
engkau berada di tangan para penjilat harta dan tahta
sang merahputihpun tetap berkibar di sana, seakan menampar muka para penguasa korup
Burung garudapun tetap bertengger di sana.
Burung garuda berkata hai penguasa! turunkan aku dari sini, kau merongrong indonesiaku
merekapun diam membisu, di anggapnya patung tiada guna.
malang nasibmu, indonesiaku
mereka berebut kekuasaan

Salam Puisi Kemerdekaan


Pahlawan

Di balik dawai dia berjasa,
Bersembunyi namun terdengar,
Pengantar alunan tanpa terpandang,
Deretan nada tercipta oleh getaran,
Tanpa jasa, beliau mengantar ketentraman di keramaian,

Sekarang, alunan tercipta indah,
Mengalun tenang dan menidurkan,
Menidurkan mereka sehingga terbuai kenikmatan,
Tidak ingat pengantar, lupa akan pembawa kenikmatan,
Nikmat, nikmat, dan nikmat..
Tanpa tahu getir pahit sang pengantar kenikmatan..
Kawan ingatkah kalian akan pahlawan?



Untuk negeriku
Hancur lebir tulang belulangku
Berlumur darah sekujur tubuh
Bermandi keringat penyejuk hati
Kurela demi tanah air negeriku
Sangsaka merah berani
Putih suci
Melambai-lambai ditiup angin
Air mata bercucuran, menganjungkan doa
untuk pahlawan negeri
Berpijak berdebu pasir
Berderai kasih hanya untuk pahlawan jagad raya
Hanya jasamu bisa kulihat
Hanya jasamu bisa kukenang
Tubuhmu hancur hilang entah kemana
Demi darahmu
Demi tulangmu ..
Aku perjuangkan negeriku ini, Indonesia.

PAHLAWAN

Hai Pahlawan kami,
Kau selalu melindungi kami
Kau telah berjuang untuk kami
Dan seluruh warga-warga dan teman-teman kami
Juga negara demi kami
Seandainya itu semua
Bukan dari pengorbanan yang rela
Dan semangat para pahlawan kita
Maka negara ini akan hancur selamanya
Jadi, terimalah terima kasih kami semua

baca juga  Puisi Untuk Ibu    Puisi Untuk Pahlawan   Puisi Untuk Indonesia    Puisi Untuk Sahabat   Puisi Untuk Guru

jangan lupa dishare yah Tnks... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar